skip to Main Content
Penyakit Di Burung Lovebird

Penyakit di burung lovebird

Om penanganan untuk burung yang terkena snot baik nya bagaimana? Om burung saya nyilet, kira” apa tindakan yang harus saya berikan untuk penanganan nya? Sering kali kita mendengar seputar 2 jenis penyakit yang menjadi masalah bagi peternak love bird, dan tidak sedikit pula yang peliharaan nya tidak selamat dari 2 penyakit yang umum nya selalu muncul di kalangan para penghobby burung cinta ini. Sebelum menjadi parah/akut, sebenarnya sering terjadi kelalaian pada tanda” awal muncul nya parasit yang berkembang menjadi snot atau pun nyilet. Untuk tindakan pencegahan dari bermunculnya parasit yang menjadi awal mula dari penyakit snot dan nyilet. Kebersihan kandang adalah kunci dari terhindar nya burung terkena penyakit snot dan nyilet. Bakteri & jamur selalu ada di lingkungan kandang maupun pakan ternak, hanya bertumbuh atau tidak nya suatu parasit dan virus tergantung dari cara kita memberikan tindakan pencegahan seperti selalu membersihkan alas tempat kotoran kandang, pergantian pakan dan air minum, penyemprotan desinfektan dengan dosis yang cukup di sekitar kandang ternak dan masih ada beberapa cara yang biasa di gunakan oleh beberapa peternak lainnya. Sedangkan untuk penanganan pada burung yang sudah terkena, sebaik nya di kenali dahulu indikasi penyakit yang ada agar tidak salah dalam menangani nya. Berikut beberapa tips penanganan untuk Snot dan Nyilet :

-. Snot sendiri merupakan penyakit pernafasan, ada nya virus yang bersarang di area pernafasan dalam tubuh burung. Biasa nya burung yang terkena snot memiliki ciri bengkak pada bagian mata, burung lesu dan sering tidur serta ada nya cairan di sekitar mata. Terkadang orang masih banyak yang mengindikasikan bahwa snot adalah penyakit mata, dan penanganan hanya di fokuskan pada mata burung tersebut. Padahal cara seperti itu tidak lah benar, karena hanya akan memperburuk kondisi burung tersebut dan tidak mendapatkan penanganan tepat sehingga berujung pada kematian. Untuk saat ini sudah banyak obat” yang beredar dari beberapa produsen untuk mencegah dan mengobati snot. Ada 1 penanganan snot yang pernah saya gunakan dalam mengobati burung yang terkena snot, yaitu dengan Propolis. Untuk dosis pada anakan cukup 1 tetes setiap pagi dan sore, bisa di campurkan pada bubur lolohan atau langsung di teteskan pada mulut burung tersebut. Biasa nya efek dari pengobatan akan terlihat dari 3 hari awal, tergantung seberapa parah tingkat radang pada pernafasan burung tersebut. Untuk burung yang lebih parah mungkin jangka waktu pengobatan juga lebih lama, namun tidak ada yang mustahil selama kita masih mengusahakan pengobatan pada burung yang terkena snot. Bisa juga menggunakan obat dengan antibiotik dengan dosis takaran yang tepat.

-. Nyilet merupakan kondisi dimana burung mengalami penyusutan pada bagian dada dan paha menjadi sangat kurus hingga tulang pada dada meruncing. Pada love bird sendiri ada beberapa hal yang menyebabkan burung terkena nyilet seperti kurang nya asupan gizi, cacingan, keracunan logam berat, gangguan pada paruh serta beberapa faktor lain nya. Untuk pencegahan bisa memberikan obat cacing kepada love bird secara berkala, kebersihan kandang dan pakan selalu di jaga. Namun untuk penanganan pada burung yang sudah terkena nyilet, langkah awal dapat memisahkan burung yang sakit agar menghindari penularan pada burung yang lain nya, karena bakteri dan virus yang tertinggal di tempat pakan maupun tempat minum dapat menular. Untuk pengobatan bisa menggunakan beberapa metode seperti injeksi, obat antibiotik dengan dosis tepat serta obat-obatan yang sudah teruji dan ampuh untuk menangai nyilet seperti Spirulina dan Megabac. Untuk penanganan menggunakan obat antibiotik yang mengandung :

-.Tetracycline HCL : 50 mg
-.Erythromycin : 10 mg
-.Vitamin B1 : 1 mg
-.Vitamin B2 : 2 mg
-.Vitamin B6 : 1 mg
-.Vitamin B12 : 3 mg
-.Vitamin C : 10 mg
-.Potassium Chloride : 50 mg
-.Sodium Sulfate : 25 mg

Untuk obat cacing yang di berikan pun sebaik nya obat cacing untuk unggas. Karena sering di jumpai pemberian obat cacing manusia pada burung namun dengan sedikit nya pengetahuan akan dosis yang di berikan seringkali mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh burung dan bisa mengakibatkan kematian. Pemberian obat cacing selama penanganan sebaik nya setiap 3 hari sekali, dan untuk antibiotik dapat diberikan sehari 2 kali, pagi dan sore. Obat antibiotik tersebut juga dapat di campurkan dalam bubur lolohan untuk membantu memaksimalkan tubuh menyerap kandungan dari antibiotik yang ada.

Jaga terus kondisi kandang, kebersihan pakan serta pemberian asupan gizi dan vitamin yang cukup untuk menghindari love bird anda terkena penyakit yang tidak di inginkan. Perlu di ingat, jangan panik dan salah dalam penanganan pada burung sakit. Karena menangani burung yang sakit dengan tidak tepat juga merupakan kesalahan fatal, kenali indikasi penyakit nya dan bertanya kepada sesama penghobby. Semua pasti ada obat serta cara untuk menyembuhkan secara baik dan tepat. Terus belajar bersama Agapornis Indonesia, nantikan informasi dari artikel lain nya 😉 AI-0009

BEBEK SINGOSARI
Author: BEBEK SINGOSARI

GAK ASAL TERNAK-GAK ASAL MANAK

BEBEK SINGOSARI

GAK ASAL TERNAK-GAK ASAL MANAK

Tinggalkan Balasan

Back To Top