skip to Main Content
Rahasia Lovebird Juara

Rahasia lovebird juara

Rahasia Burung Juara

Tips dan Trik Menghasilkan Burung Lovebird Kualitas

 

Semakin hari, semakin banyak bermunculan para peternak lokal Indonesia yang rasa ‘import’. Rasa ‘import’ yang dimaksud adalah, hasil ternakan lokal Indonesia sudah semakin menyaingi lovebird import, bahkan kualitasnya sudah melebihi lovebird import yang selama ini digandrungi penghoby lovebird di Indonesia.

Hal ini bisa dilihat dari hasil berbagai event Beauty Contest (BC) diberbagai daerah di Indonesia. Dimana Lovebird juara bukan lagi didominasi ring import yang sudah pasti harganya bikin kantong jadi kering, melainkan ring ternakan lokal Indonesia. Karena sudah semakin banyak burung berkualitas milik peternak lokal, baik secara ciri visual berdasarkan jenis lovebird, hingga postur lovebird yang sudah semakin mengalahkan lovebird import.

Salah satu peternak asli Indonesia yang hasil ternakannya sering menjadi juara dan diburu para penghoby dan kolektor lovebird, adalah Abah Badshom bertempat tinggal di pamekasan madura jawatimur. Bagaimana cerita dan pengalaman Abah Badshom dalam mengembangkan dan menghasilkan Lovebird berkualitas hingga bisa menjadi juara di even BC, berikut hasil wawancara Ai :

 

Ai : Sejak kapan Abah mulai menyukai Lovebird ?

Abah : Sejak tahun 2004 lalu, tapi kalau menyukai burung sudah sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Karena memang dirumah saya sudah pool burung berkicau saat itu.

 

Ai : Sejak kapan Abah beternak Lovebird ?

Abah : Kalau mulai beternak, itu sejak tahun 2008 dari awalnya beternak lovebird sayur dan jumlahnya hingga 14 pasang. Dan kondisi ternak saya terus berkembang seiring berjalannya waktu, meskipun saat itu ternakan saya percayakan ke teman-teman. Hingga tahun 2012, dimana harga lovebird saat itu semakin anjlok, saya tetap bertahan. Bahkan ternakan saya waktu itu mulai saya kelola sendiri dirumah, meskipun tetap dibantu dengan mencari karyawan untuk dipekerjakan.

 

Ai : Abah beternak lovebird, apakah memang murni dari hobby atau karena tujuan lainnya ?

Abah : Kalau itu (beternak, red) jelas dimulai dari hobby saya memelihara burung berkicau. Meskipun awalnya saya hanya menghasilkan lovebird ‘sayur’. Namun setelah ternakan saya kelola sendiri sejak tahun 2012, setahun setelahnya atau pada 2013, saya sudah mulai mengenal perkembangan jenis dan mutasi lovebird. Mulai dari Lovebird Blorok (Pied, red), hingga tahun 2014 saya juga mulai mengenal namanya Lovebird Parblue (PB) hingga Lovebird Biola.

 

Ai : Sejak kapan mengikuti even BC ?

Abah : Setelah saya mulai mengenal perkembangan dan jenis lovebird hingga ke soal mutasi, tahun 2016 saya mencoba ikut dalam berbagai event BC. Pertama kali saya dapat juara saat mengikuti event BC di Event KLI Madura Oktober 2016. Dan setelah itu, dengan seiring bertambahnya ilmu pengetahuan serta pengalaman dalam even BC, saya semakin aktif mengikut berbagai gelaran event BC sampai sekarang.

 

Ai : Bagaimana Suka Duka Dalam Beternak Lovebird ?

Abah : Jelas kalau menyangkut Hobby, pasti lebih banyak Suka. Tapi kalau soal dukanya, mungkin semacam kesal dan hanya sebentar. Contoh seperti saat kita membeli materi dan ternyata dibohongi. Apalagi saat mulai viral soal seplit dan mutasi baru. Kalau soal atau urusan penyakit Lovebird, itu mungkin seluruh peternak pasti menemuinya atau mengalaminya. Karena namanya mahluk hidup, jelas ada sakit dan matinya. Tinggal lagi bagaimana kita mengantisipasi dan mengobatinya dari berbagai serangan penyakit lovebird. Apalagi di Madura daerah saya, kalo musim kemarau, panasnya ekstrim. Jadi urusan burung mati, itu pasti. Karena setiap yang bernafas pasti mati, yaaa safari aja gak usah ambil pusing. Takut burung mati, jangan ternak burung, gitu ajaaa.

 

Ai : Bagaimana Tips Untuk Beternak yang Baik dan Bisa Menghasilkan Lovebird Berkualitas ?

Abah : yang pertama tentunya, kita harus tahu ilmunya dulu atau pengetahuan tentang Lovebird. Mulai dari jenis dan mutas, hingga ke soal penyakit lovebird pada umumnya. Semunya itu tentu dengan cara belajar dan bisa belajar di sosmed, di Komunitas-komunitas yang ada dan banyak shering sama teman-teman sesama penghobby Lovebird.

Peternakan burung lovebird

Jadi dengan ilmu, ditambah pengalaman kita bisa tahu, bagaimana memilih materi yang bagus hingga bisa menghasilkan lovebird yang memiliki kualitas. Termasuk dengan ilmu pengetahuan ditambah pengalaman, kita dengan sendirinya akan mengerti dan faham bagaimana cara penjodohan maupun perawatannya.

Selain itu, ternak Lovebird tidak hanya berawal dari soal hobby, tapi bisa juga dari bisnis atau keduanya. Namun tentunya itu tadi, harus fahami dulu jenis-jenis Lovebird dengan baik dan benar, jadi tinggal dipilih mana yang memang disenangi dari 9 spesies lovebird yang ada. Selanjutnya, fahami bagaimana cara merawat dan beternka lovebird yang baik dan benar, termasuk soal kesehatan dan kebersihan kandang ternakan.

Tidak hanya sebatas hobby, ternak Lovebird jelas memiliki peluang bisnis. Tinggal lagi bagaimana analisa peluang bisnis (investasi) di Lovebird. Diluar itu, hobby maupun ternak Lovebird tidak lepas dari wadah atau komunitas. Semakin banyak komunitas bisa lebih baik sebagai ajang kompetisi untuk memajukan perkembangan Lovebird di Indonesia. Tidak lupa, saling menghargai dan menghormati diantara ‘kita’. Baik itu anggota komunitas, peternak, pedagang (bakul lovebird), termasuk para importir lovebird. Untuk dan demi kemajuan perkembangan Lovebird di Indonesia.

 

 

Ai : Bagaimana Pandangan Abah Soal Jalur Murni (standar jenis) dan Cemong (Hibryd) ?

Abah : Sejak saya mengenal BC Lovebird tahun 2016, maka sejak itu pula saya lebih fokus ternak di galur murni (standar jenis) dan selalu menyeleksi ternakan saya menuju belajar ternak untuk memperbaiki kualitas semampu saya. Kemudian sejak itu juga Lovebird yang cemong (Hibryd) saya jadikan Babuan saja dan dijual serta sebagian dikasihkan ke kawan-kawan secara gratis.

Namun kedepan, kalau memang semua peternak lovebird di Indonesia sudah mengerti dan faham tentang standar jenis maupun Hibryd, maka dengan sendirinya memilih standar jenis atau jalur murni. Karena secara kualitas dan harga, tentunya sama-sama kita tahu, ya pasti harganya tinggi. Apalagi lovebird hibryd dipasaran saat ini sudah benar-benar diangka terendah harganya, bahkan hingga menyentuh angka Rp 50 ribu-Rp 100 ribu.

 

Ai : Pesan2 untuk orang yang ingin menekuni dunai lovebird?

Abah : Ternak LB itu bisa berawal  dari Hobby, bisa dari Bisnis (investasi) bisa juga kedu duanya, maka;

1.Fahami jenis2 Lovebird dg baik dan benar. Silahkan dipilih sesuai selera dan suka yg mana dari 9 spesies LB yg ada.

2.mengerti cara merawat LB, mulai dari menyiapkan kandang, Pakan, minum, obat2an dan suplemen yg dibutuhkan LB

ABAH BADSHOM PAMEKASAN MADURA

3.Memahami karakter masing2 LB yg sdh ada dikandang (diternak). Karena LB punya karakter yg berbeda beda juga, sehingga kita lebih mudah mengontrol tingkah lakunya, kesukaannya dan sebagainya…

4.Selain Hobby ternak Lovebird juga ada Peluang bisnis.  Silahkan analisis peluang bisnis (investasi) di Lovebird

5.Menekuni Hobby  Lovebird, tentu biasanya diperlukan adanya Komunitas. Semakin banyak Komunitas bisa lebih baik sebagai ajang kompetisi untuk memajukan perkembangan LB di Indonesia…. dst

5.Saling menghargai dan menghormati diantar kita; Peternak, pedagang (bakul lb) inportir dan sebagainya utk bersama sama tetap semangat memajukan perkembangan LB

6.Kualitas tetap yg pertama dan utama.

7.dst..

(Ai-0001/Ai-0025)

Author:

Tinggalkan Balasan

Back To Top